7 Kebiasaan yang Salah dalam Mengemudi Mobil

foto: dmi

Kebiasaan dalam mengemudi mobil harus selalu diperhatikan. Ada kemungkinan beberapa kesalahan ini masih menjadi kebiasaan baik disadari atau tidak disadari oleh pengemudi. Berikut ada beberapa kesalahan, paling tidak ada 7 kesalahan umum yang dilakukan seorang pengemudi.

Pertama, berbelok patah dengan menahan setir sampai mentok. Melakukan hal tersebut secara terus menerus dapat merusak komponen setir, terutama pada jangka waktu panjang. Jika sistem kemudinya menggunakan power steering hidrolik, tindakan ini dapat merusak seal power steering dan slang tekanan tinggi yang dapat membahayakan pengemudi.

Kedua, menyalakan lampu hazard saat berkendara di tengah hujan deras. Mobil yang terus menalju dengan lampu hazard menyala dapat membuat pengendara lain akan bingung, terutama kendaraan di belakang. Terlebih lagi saat kendaraan itu akan pindah jalur. Walaupun sudah menyala lampu sein tetapi kendaraan lain tidak dapat melihat isyarat tersebut karena kedua lampu sein tetap menyala.

Ketiga, mendahului mobil lain melalui bahu jalan. Seperti kita ketahui bersama bahwa bahu jalan hanya digunakan untuk mobil yang mengalami kondisi darurat, seperti mogok. Jadi, menyalip dari bahu jalan sangat berbahaya karena kemungkinan ada mobil yang sedang berhenti. Tabrakan sangat mungkin terjadi jika kendaraan menyalip dengan kecepatan tinggi dan tidak sempat mengantisipasi kendaraan yang sedang berhenti di jalan.

Keempat, terus-menerus menghidupkan wiper belakang. Tidak perlu terus-menerus menghidupkan wiper dengan tujuan membersihkan kaca belakang. Wiper lebih tepatĀ  dihidupkan saat kaca belakang kotor atau tertutup debu dan bersamaan dengan hidupkan penyemprot airnya agar lebih bersih. Sedangkan bagi pengemudi harus melihat ke belakang karena perlu melihat arah belakang pada saat memundurkan mobil atau pun memantau keadaan di belakang kendaraan pada saat melaju atau beralih jalur.

Kelima, menambah kecepatan saat lampu lalu lintas berwarna kuning. Kesalahan ini sangat umum dan masih banyak pengemudi yang melakukannya. Idealnya, kurangi kecepatan kendaraan dan lebih-lebih berhati-hati saat lampu lalu lintas berwarna kuning. Menambah kecepatan kendaraan justru dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan. Karena jika kita menambah kecepatan dan kebetulan lampu merah sudah menyala, kita akan menabrak kendaraan di depan kita yang melakukan pengereman mendadak atau kita dapat menabrak kendaraan dari arah lain yang sudah mendapatkan lampu hijau.

Keenam, menekan pedal gas saat akan mematikan mesin. Kebiasaan ini seperti sering dilakukan pengemudi yang mesin mobilnya masih menggunakan karburator. Tujuannya adalah mencegah kelebihan bensin yang tersisa di karburator dan mesin mobil lebih mudah hidup ketika distarter kebali. Dengan teknologi injeksi, hal ini tidak perlu lagi dilakukan pada mobil. Karena mesin mobil dengan teknologi injeksi sudah tidak menggunakan karburator dan kecil kemungkinan untuk kesulitan di-starter kembali.

Ketujuh, menginjak rem dan gas bersamaan pada saat bersamaan pada kendaraan bertransmisi otomatis. Menginjak rem dan gas bersamaan mengakibatkan tenaga mesin terbuang sia-sia karena laju kendaraan akan tertahan oleh sistem rem. Cara yang lebih tepat adalah gunakan kaki kanan untuk menginjak pedal gas dan rem secara bergantian.

Untuk itu, hindarilah kebiasaan-kebiasaan umum yang salah dilakukan pengemudi, karena hal ini bisa merugikan kita, merusak mobil bahkan membahayakan diri ita maupun pengguna jalan lainnya. (dmi/atozclubbandung.wordpress.com)

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *