Tips Memilih Lembaga Kursus Mengemudi

foto: dmi

Ketika kita mau merencanakan belajar mengemudi (menyetir), sebaiknya kita memilih kursus di sebuah lembaga yang resmi dan legal. Karena lembaga resmi dan legal pasti sudah memenuhi persyaratan yang dituntut peraturan yang berlaku, seperti sertifikat dan ijin resmi lembaga yang berwenang.

Selanjutnya, saat memilih lembaga kursus, perlu melihat jam-jam kursus yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan waktu luang yang bisa kita gunakan. Jam-jam kursus yang paling baik pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur.
Pada lembaga Kursus stir mobil, biasanya disediakan beberapa pilihan paket. Paket standar saat ini rata-rata 250 ribu per 5 jam. Ada juga paket reguler kisaran 300 – 350 ribu selama 6 jam. Ada juga paket privat kisaran 500 – 650 ribu selama sekitar 8 jam. Biasanya 1 kali pertemuan maksimal 2 jam, sehingga untuk paket standar misalkan akan dibagi menjadi 3 hari masing-masing 2 jam, 1,5 jam, dan 1,5 jam. Lalu paket apakah yang sesuai untuk Anda?
Bicara budget, memang paling ringan adalah paket standar, tapi ini tidak selalu cocok bagi Anda. Jika Anda belum pernah mencoba sama sekali dalam hal menyetir mobil, sulit sekali untuk membuat Anda sendiri Percaya Diri menyetir mobil sendiri setelah menjalani kursus paket ini. Karena hanya dalam 5 jam dan pertama kali itu terlalu ringkas. Tapi bila Anda setidaknya sudah pernah mencoba memakai atau belajar meskipun hanya beberapa jam saja, paket standar sudah memadai. Hal ini berkaitan dengan mental yang tumbuh pada diri. Karena semakin sering atau semakin bertambah jam terbang, kepercayaan diri semakin tumbuh, kerja anggota badan seperti tangan dan kaki juga lebih teratur karena otak sudah mulai terbiasa dengan tugas-tugas yang harus dilakukan saat menyetir mobil.
Sebagai contoh, si A pertama kali menyetir mobil sudah lama sekali, waktu itu kendala utamanya adalah kopling, mengangkatnya masih kurang halus, sehingga mesin masih sering mati. Lalu gas dan rem masih sering tertukar.

Setelah itu si A bertahun-tahun tidak lagi mencoba menyetir. Hingga suatu waktu si A tertarik lagi untuk belajar, dan akhirnya memutuskan belajar menyetir di lembaga kursus. Ternyata si A sama sekali tidak mempunyai kendala dalam hal kopling, gas, dan rem. Padalah si A sudah lama tidak memegang dan dulu itu juga hanya kurang dari 1 jam saja.

Tapi itulah kerja otak, setidaknya ada kesan pertama kali untuk mempelajari suatu hal, pertama kali ini memang biasanya kaku, dan sering keliru, tapi otak itu akan menyimpan dan mencatat mana yang benar dan mana yang salah, sehingga percobaan selanjutnya akan lebih baik.

Itulah sebabnya semakin bertambah jam terbang kita berlatih akan semakin baik, dan juga perlu diberi jarak, tidak sekaligus, misal berjam-jam latihan sekaligus juga tidak akan efektif.
Nah kembali pada paket apakah yang cocok untuk Anda? jika Anda memiliki budget yang cukup, usahakanlah memilih setidaknya di atas 7 jam. Akan tetapi saya sarankan tidak pada 1 tempat kursus.

Mengapa demikian? Tujuannya untuk menghindari ketidakcocokan instruktur bagi Anda. Bayangkan Anda sudah membayar paket 600 ribuan untuk 10 jam, ternyata hari pertama kesannya Anda sudah tidak suka dengan instrukturnya, entah dia suka marah-marah, atau faktor lainnya.

Kelebihan lain dengan membagi paket pada lembaga kursus lain adalah, Anda mendapatkan ilmu dan pengalaman berbeda, karena masing-masing instruktur mempunyai teknik dan tips sendiri dalam mengajar.

Sebagai contoh, ada orang, misalnya dulunya, si B belajar mengemudi, pada paket pertama si B mendapatkan pelajaran bahwa setiap hendak melakukan pengereman, instruktur selalu mengingatkan menginjak kopling dulu. Baik, sampai di sini saya mengikuti saja dan tidak ada masalah. Namun, pada paket yang lain di lembaga kursus yang berbeda, si B mendapatkan pelajaran bahwa jangan menginjak kopling terlebih dulu, tapi rem dulu sampai mobil jalannya sudah pelan baru menginjak kopling dan teruskan rem.

Persoalannya, karena ketika kendaraan sedang melaju, bila Anda langsung menginjak kopling maka mesin dan roda tidak terhubung, dan saat itu daya dorong mobil ke depan masih sangat kuat, dan akhirnya sesaat setelah Anda lepas kopling mobil jadi lebih meluncur.

Ini sangat berbahaya, karena meskipun setelah itu Anda rem, tapi jarak pengereman jadi lebih pendek karena mobil lebih dulu bertambah cepat sebelum direm. Berbeda halnya jika direm terlebih dahulu, selain rem, sebenarnya mobil dikendalikan oleh engine brake, yang berarti ketika gas diturunkan, putaran mesin turun, dan putaran roda juga menurun mengikuti mesin, meskipun daya dorongnya ke depan masih sangat kuat. Sebenarnya instruktur pertama mesti tahu hal itu, tapi karena cara orang mengajarkan bisa beda-beda maka hal itu baru bisa dimengerti dari pengajar yang lain.
Tentunya pada kursus yang kedua di lembaga kursus yang lain, Anda akan semakin percaya diri. Anda juga lebih nyaman bertanya banyak hal, dan Anda tidak akan terlihat terlalu bodoh dalam hal nyetir, Anda tidak usah menyampaikan pernah kursus di tempat lain, bilang saja pernah belajar sebelumnya tapi belum menguasai atau masih jarang pake mobil. Dengan demikian Anda lebih nyaman pada kursus yang kedua. Instruktur juga lebih santai saat mengajari Anda. Tentu Anda tahu, mengajari orang itu sulit, ketika muridnya sudah pernah bisa dan cukup memahirkan saja, instruktur tidak terlalu capek, dan akan lebih banyak mengajarkan tips-tips yang belum pernah Anda ketahui.
Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah pada kursus pertama pilihlah tempat kursus yang mobilnya dimodifikasi sehingga mobil dapat dikendalikan dari sebelah kiri oleh instruktur saat kondisi berbahaya. Hal ini penting, menyetir mobil pertama kali pasti kaku, canggung, gerogi, dan mudah panik. Dalam keadaan seperti itu, ketika terjadi kondisi mendadak, misal tiba-tiba ada motor muncul saat Anda belajar belok di gang kecil, Anda bisa kaget dan apapun bisa terjadi.
Jadi, biar tenang dan aman, kursus pertama, pilihlah yang mobilnya diberi pengaman saja. Nah di tempat kursus kedua pada lembaga kurus  setir mobil yang lain, pilihlah yang tanpa pengaman. Pertama, Anda sudah pernah belajar mengemudikan mobil sebelumnya, Anda bisa menumbuhkan kepercayaan diri Anda bahwa Anda sudah cukup aman membawa mobil. Jangan khawatir, meskipun baru belajar, dengan mobil tanpa pengaman Anda masih tetap didampingi instruktur, Anda akan diingatkan untuk pelan, hati-hati, diberi tahu jika perlu ke kanan dulu, ke kiri sedikit, atau injak kopling, rem, dan lain-lain. Intinya Anda sudah bisa bawa mobil setelah kursus pertama, dan dipandu saat kursus kedua agar Anda bisa berlatih dengan tetap tenang dan menikmati.

Hasilnya akan berbeda, saat berlatih dengan tenang, otak Anda akan membiasakan diri tanpa diganggu oleh rasa grogi, takut, panik, dan lain-lain. Kaki tangan Anda juga akan terlatih dengan teratur, bahkan ketika lupa, lalu diingatkan instruktur, kaki tangan kita tetap bekerja dengan normal, ini penting dengan keteraturan berkali-kali, akan menjadi kebiasaan, dan akhirnya Anda akan semakin mahir dalam mengemudi.

 

(Tim DMI/ diadaptasi dari blog dengan sumber asli dengan link berikut ini: http://my-much.blogspot.co.id/2014/01/tips-belajar-mengemudi-stir-mobil-2.html )

 

Written by 

One thought on “Tips Memilih Lembaga Kursus Mengemudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *